Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

POLA PIKIR Elon Musk dengan MINDSET POLYMATH

Pola Pikir - Banyak dari kita sering mendengar jika kita belajar dengan banyak mata pelajaran, maka kita bisa sukses di kemudian hari.

Namun jika di perhatikan hal ini tidak sepenuhnya salah,karena dengan belajar banyak bidang juga kita bisa mencoba dan melakukan banyak hal yang akan membuat kita menjadi Sukses.

BACA JUGA : BAGAIMANA CARA MANUSIA MENGOPTIMALKAN KINERJA OTAK MEREKA

Misalnya saja dalam Sistem Pendidikan sekarang yang para muridnya di cekoki berbagai mata pelajaran yang sama dari awal hingga akhir, mungkin untuk di bagian dasarnya saja tidak menjadi masalah, namun ini tidak.

Bisa dikatakan ada beberapa mata pelajaran yang di berikan kepada muridnya, sama sekali tidak ada hubungannya dengan jurusan, minat, dan bakatnya.

Itulah kenapa ada sebagian orang yang pro dengan berfokus pada satu bidang saja hingga menjadi expert atau sangat ahli dengan bidangnya, dan ada yang tetap menimbah ilmu yang lain walaupun ia sudah pro di suatu bidang.

  • Kita Kasih Contoh :

Pada zaman dahulu, yaitu seseorang bernama Leonardo da Vinci, ia merupakan seorang "Polymath" yang bisa dibilang seseorang yang memiliki berbagai keahlian, seperti menjadi seorang pelukis, fisiologi, fisikawan, dan ilmuwan anatomi.

Tidak hanya Leonardo da Vinci, banyak para pakar dan ilmuwan zaman dahulu yang merupakan seorang polymath, seperti Isaac Newton, Nikola Tesla, Aristoteles, Muḥammad bin Mūsā al-Khawārizmī, dan ilmuwan lainnya.

Pada zaman sekarang, kita bisa contohkan yaitu Elon Musk, dengan nama lengkap Elon Reeve Musk FRS yang merupakan seorang penemu, tokoh bisnis, industrialis dari Amerika Serikat, dan salah satu orang terkaya di dunia saat ini.

BACA JUGA : 12 TEKNIK CARA MENINGKATKAN FOKUS DAN KONSENTRASI

Sepanjang karirnya ia sudah mendirikan beberapa organisasi bisnis atau sebuah perusahaan, yaitu Zip2, Neuralink, The Boring Company, Tesla.Inc, SpaceX, X.com, OpenAI, Musk Foundation, dan lainnya.

Alasan Elon Musk mampu menggapai itu semua ialah karena ia seorang Polymath, tidak hanya itu saja, ia sangat bekerja keras pada apa yang sedang ia bangun, 12 Jam kerja setiap hari, sanggup ?.

Mungkin buat kita bakalan berat sekali, bahkan 8 jam sehari saja bisa kena tipes.

Nah, kita harus tau nih resep mindset berpikir cerdas ala Elon Musk ini biar kita juga bisa sukses, walaupun sedikit susah juga bisa kita tanamkan buat anak & cucu kita nanti.

1. Polymath

Apa itu Polymath :

Polymath merupakan seseorang yang pengetahuannya tidak bergantung pada satu bidang saja, mereka merupakan orang yang haus akan pengetahuan, mempelajari, mengerti banyak hal pada ilmu yang dipelajari, dan memanfaatkannya. (Mereka ahli di lebih dari satu bidang)

Ilmunya ialah kita haus akan pengetahuan, banyak belajar dan mengelola informasi yang kita dapat pada 1 bidang tersebut, kemudian kita olah 1 bidang dengan bidang-bidang keahlian yang lain, sehingga menjadi Inovasi, Kreasi, dan Revolusi.yeee.

Minimal kita harus banyak membaca, mungkin sektiar 2 buku tebal selama sebulan, jadi sekitar 10 buku tipis dengan isi sekitar 100 hal selama tiap bulan., berat ya ?.

Iyaa sama berat juga ya, tapi kenapa ya Elon Musk mampu membaca 2 buku dalam sehari waktu dia masih remaja ?. (coba jawab di komen)

2. Memetakan Pola dan Proses

Ada yang mengatakan : 

"Mereka yang kaya akan pengetahuan bisa menggunakan cara-cara yang tidak terpikirkan oleh siapapun atau cara baru, dibandingkan mereka yang kurang akan pengetahuan."

Maksudnya apa ?.

Maksdunya ialah, orang yang memiliki pengetahuan yang rendah atau tidak kaya akan berbagai bidang, akan susah untuk mengatasi masalah yang timbul di masa yang akan datang, dari memprediksi situasi, bahkan memikirkan sebuah inovasi yang baru.

BACA JUGA : 10 SKILL YANG HARUS DIBUTUHKAN DI BEBERAPA TAHUN KEDEPAN

Semakin banyak kita mengisi pola pikir kita dengan berbagai bidang, semakin banyak hal yang bisa kita ciptakan dan lebih mudah dalam menyelesaikan problem yang mungkin akan terjadi.

3. Mencari Ilmu Secara Ilmiah, Obyektif, dan Kritis

Kita bisa mencoba ke 3 hal ini :

Kegiatan mencari ilmu secara Ilmiah kita bisa lakukan dengan mencari apa hal yang dibutuhkan, yang bisa dimanfaatkan, dan kepentingan ilmiah yang kita pelajari di masa mendatang nanti.

Mencari ilmu secara Obyektif ialah kita mencoba mempelajari dan meneliti lebih dalam lagi tentang ilmu atau bidang yang sedang kita minati.

Secara Kritis, mempelajari ilmu secara kritis membuat kita sadar akan seperti apa nantinya dampak dari ilmu atau bidang yang sedang kita pelajari pada kehidupan kita, kita bisa berpikir kritis dengan melihat dari berbagai sudut pandang, seperti berguna atau tidak, cara mengatasi masalah yang ditimbulkan, biayanya berapa, ataupun apakah membahayakan.

BACA JUGA : APAKAH KITA TAHU SEPERTI APA VERSI KESUKSESAN PRIBADI KITA?

Dengan demikian kita bisa mengetahui seluk beluk dari ilmu pengetahuan yang kita pelajari dengan baik.

  • Kesimpulan :

Banyak yang tidak tau betapa sangat dibutuhkannya Mindset Polymath ini, bahkan saya sendiri saja baru mengetahui tentang mindset ini beberapa tahun yang lalu, bukannya pada saat waktu masih di masa sekolah, ahhh gak tau deh

Mungkin saja ini ada kaitannya dengan minat membaca masyarakat Indonesia ?, atau ini ada kaitannya dengan cara orang tua mendidik anak-anaknya pada umumnya ?, yaa who knows. (Coba jawab di komen)

Padahal jika kita atau seorang anak mempunyai mindset polymath seperti ini, mungkin tingkat kesuksesan anak bisa meningkat dari yang 50% antara iya apa nggak, menjadi 70% atau lebih.

Kok bisa, karena mindset polymath memperluas sudut pandang dan mengerti akan situasi dengan komprehesif, yang membuat kita menjadi tau apa hal yang lebih dulu dilakukan, diprioritaskan, dan yang difokuskan.

BACA JUGA : KENAPA HABIT MERUPAKAN ALASAN KITA MENJADI SUKSES?

Coba deh mulai sekarang tanamkan dalam diri mindset polymath ini minimal sekitar 1 tahunan saja, pastikan kita konsisten lalu setelah itu lihat bagaimana dampak yang terjadi pada diri kita.

Posting Komentar untuk "POLA PIKIR Elon Musk dengan MINDSET POLYMATH"