Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Acrophobia, Ketakutan berlebihan pada Ketinggian

Halo, fobia akan ketinggian (Acrophobia) merupakan kondisi yang dapat terjadi kepada siapa saja, dan fobia ini masih sering kita jumpai di sekitar kita, dari mulai anak-anak hingga orang dewasa sekalipun. Bagi para penderita rasa takut yang berlebihan terhadap ketinggian sering menimbulkan berbagai macam gejala-gejala, seperti stress, panic, hingga kecemasan yang berlebihan.

BACA JUGA : AEROPHOBIA, KETAKUTAN BERLEBIHAN PADA PENERBANGAN

  • Apa itu Acrophobia :

Acrophobia adalah ketakutan berlebihan atau ketakutan yang ekstrem terhadap ketinggian. Acrophobia merupakan salah satu jenis fobia yang cukup sering ditemukan, namun kebanyakan dari penderita fobia ini adalah perempuan.

    Orang yang menderita fobia ketinggian biasanya sangat menghindari tempat-tempat dan kegiatan yang berkaitan dengan hal yang berbau ketinggian, seperti pemandangan dari tempat tinggi, jurang atau atas air terjun, melihat keluar jendela gedung pencakar langit, atau bahkan hanya sekedar duduk santai di atas bangku stadium.

Memang tubuh manusia memiliki pertahanan alami terhadap berbagai macam bahaya, sulit atau juga hal-hal yang diatas tadi. Tetapi hal ini akan berubah menjadi masalah, jika insting rasa takut kita sudah muncul, dan secara alami bisa seperti mengemudi di tempat yang berubah menjadi ketakutan yang berlebihan.

BACA JUGA : ACHLUOPHOBIA, KETAKUTAN BERLEBIHAN PADA KEGELAPAN

Mungkin ada baik dan buruk yang bisa kita ambil dari rasa takut tersebut, baiknya kita memang di jauhkan dari mara bahaya, tetapi bagaimana dengan buruknya. Kabar buruknya ialah jika kita mengalami ke panikan berlebihan akan menimbulkan Anxiety Disorder yaitu gangguan kecemasan secara berlebihan, dan timbul penyakit yang lain.

  • Penyebab Acrophobia

    Sama juga halnya dengan Jenis fobia yang lainnya, bahwa phobia ketinggian juga bisa disebabkan karena terjadinya trauma dari masa lalu. Berupa pengalaman buruk yang tentunya berkaitan dengan ketinggian, seperti:

- Memiliki pengalaman jatuh dari tempat yang tinggi.
Melihat orang lain terjatuh dari ketinggian.
Mengalami serangan panik saat berada di tempat tinggi.

Meski dari ketiga hal tersebut atau trauma-trauma yang lainnya, fobia terhadap ketinggian juga bisa terjadi karena faktor genetik dan bisa juga karena tanpa adanya penyebab yang mendasarinya.

  • Ciri-ciri dan gejala Acrophobia

    Dan tentunya ada juga beberapa gejala yang bisa kita lihat dan para penderita rasakan saat mengalami Achrophobia, yaitu:

1. Rasa panik dan mual.                            6. Gemetar dan banyak berkeringat
2. Rasa cemas berlebihan.                        7. Nyeri pada dada
3. Jantung berdebar kencang.                   8. Rasa pusing atau vertigo
4. Timbul reaksi yang mendadak memegang sesuatu.
5. Sangat menghindari hal-hal yang berhubungan dengan ketinggian.

  • Cara mengatasi Acrophobia

    Hal ini bukan berarti bahwa kondisi penyakit phobia tidak bisa diatasi atau di sembuhkan, dari apa yang dikatakan Australian Psychology Society bahwa, mempelajari atau mengetahui bagaimana fobia tersebut muncul dapat memudahkan kita mengatasinya. Jika kita memang benar-benar ingin terbebas dari fobia ini, alangkah baiknya jika kita mengetahui beberapa metode untuk mengatasinya:

1. Terapi Perilaku Kognitif

    Cognitive behavior therapy (CBT) yang merupakan salah satu teknik psikoterapi paling umum dilakukan untuk mengatasi fobia. Terapi ini sangat cocok jika para penderita belum siap untuk menjalani terapi paparan.

Terapi Perilaku Kognitif (CBT) lebih berfokus kepada perilaku untuk mengidentifikasi dan mengubah pikiran dari situasi reaksi negatif yang di sebabkan terjadinya fobia tersebut, dari situ para penderita akan dibimbing untuk mengalihkan rasa takut dan mengatasi gejala-gejala yang datang.

2. Terapi Pemaparan

    Yaitu perawatan psikologis yang di kembangkan untuk membantu para penderita fobia untuk mengatasi ketakutan mereka. Disaat mereka takut terhadap sesuatu mereka cenderung untuk menghindari berbagai hal yang berkaitan dengan hal menakutkan tersebut.

Terapi pemaparan lebih terfokus kepada membantu mereka untuk mematahkan atau menghilangkan pola-pola penghindaran objek yang ditakuti dan ketakutan si penderita. Ada beberapa variasi terapi pemaparan yang bisa kita sesuaikan dengan kebutuhan kita.

1. Teknik pemaparan imajinasi                        3. Pemaparan in Vivo
2. Pemaparan realitas virtual                           4. Pemaparan Interoceptive

3. Konseling

    Tentu saja wajib untuk melakukan konseling jika kita masih belum bisa mengatasi fobia ini secara sendiri, kita bisa mencoba untuk berbicara kepada dokter yang ahli dalam kesehatan mental. Karena mereka nantinya akan memberikan bantuan agar kita terbebas dari fobia ketinggian.

Namun, terapi konseling cenderung lambat dan jarang berhasil, karena terapi yang diterapkan tidak ada metode untuk mengatasi beberapa gejala yang serius.

4. Obat - obatan

    Tidak di anjurkan bila kita sendiri yang menulis resep dan meminum obat sesuka hati kita, pastikan harus dokter ahlinya yang memberikan resep dan anjuran meminumnya. Beberapa jenis obat yang bisa di minum untuk meredakan dampak dari gejala Acrophobia ialah, anti depresan dan anti ansietas.

BACA JUGA : AGORAPHOBIA, KETAKUTAN BERLEBIHAN PADA KERAMAIAN

    Beberapa terapis pasti akan menawarkan bagaimana untuk mengevaluasi dan mengusulkan kepada kita sebuah rencana pengobatan untuk mengatasi fobia kita.

    Jika fobia ketinggian yang kita alami sudah benar-benar sangat mengganggu aktivitas sehari-hari kita, sebaiknya kita segera mengkonsultasikan ke psikiater atau psikolog untuk mendapatkan penanganan yang terbaik dari mereka.

"Raihlah ketinggian, karena bintang-bintang tersembunyi dalam jiwamu. Bermimpilah dalam-dalam, karena setiap impian mengawali tujuan."

- Pamela Vaull Starr -

Posting Komentar untuk "Acrophobia, Ketakutan berlebihan pada Ketinggian"