Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bahaya!! Se berbahaya apakah FITNAH MANUSIA ?

Halo, Para Penduduk. Menurut pengertian masyarakat umum, Fitnah merupakan segala berita atau penyebaran berita yang tidak di dasarkan sesuai dengan fakta, alias " Menyebarluaskan Berita bohong atau HOAX ". Dari yang kita lihat dari kasus yang kemarin yang terjadi di masyarakat.

BACA JUGA : KENAPA BISA BANYAK SEKALI HUJATAN-HUJATAN DI MEDSOS

    Ada Seorang warga memfitnah warga yang lain hanya berdasarkan prasangka negatif saja, tanpa adanya bukti yang kongkrit. Untuk lebih jelasnya fitnah sangat dapat berdampak kepada psikologis korban, bukan pelakunya antara lain dapat mempengaruhi reputasi seseorang, wibawa, dan kehormatan si korban.

Kata Fitnah sendiri diserap dari bahasa arab, yang memiliki arti ialah "Ujian" atau "Cobaan".

    Hal tersebut terkait dengan menyebarkan fakta yang kriterianya bersifat pribadi kepada publik, yang menjadi tujuan bahwa informasi apa yang di sampaikan bukanlah informasi umum, melainkan menyebarkan informasi yang bersifat menyerang pribadi yang bersangkutan.

Perbuatan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, karena luka yang di sebabkan oleh fitnah berhubungan dengan orang-orang disekitar korban fitnah, seperti kehilangan kasih sayang, kepedulian, rasa cinta, dan rasa empati dikarenakan orang- orang sudah termakan oleh fitnah tersebut.

BACA JUGA : POWER OF WORD!! SEBUAH KEKUATAN DARI MEMILIH KATA-KATA

Sebagai contoh, ketika kita difitnah oleh orang lain dengan maksud menjelek-jelekkan kita,  menjatuhkan citra baik kita dari orang lain, bahkan sampai menghancur kan status sosial yang sudah kita bangun dengan baik di sekitar lingkungan kita. Akibat dari perbuatan fitnah dirinya, para masyarakat ikut terhasut dan termakan oleh bualan palsunya.

    Maka, seketika itu pula mereka yang sudah percaya akan fitnah keji dari pemfitnah, masyarakat yang ada disekitar kita pun akan membenci kita, hilangnya rasa percaya, perhatian, kasih sayang, bahkan cinta dari orang yang awalnya begitu dekat kepada kita.

    Akibat buruk dari fitnah kepada kita bisa berupa depresi, kita secara lambat laun akan memikirkan dampak-dampak yang diberikan ke kita dan mengalami depresi yang kemudian jatuh kedalam kehampaan hidup karena tidak adanya atau sedikit saja orang yang peduli terhadap kita.

Kalau begitu, kenapa tidak di katakan saja bahwa hal yang di katakan pemfitnah itu tidak benar?.

    Tentu saja bisa, tetapi bagi orang yang sudah termakan akan perkataan si pemfitnah tersebut, mempercayai semua keburukan dan omongan fitnah orang ini,  akan sangat sulit untuk mengubah kembali ke keadaan seperti semula.

    Cara menghindari fitnah ialah, kita harus membangun kepercayaan dengan orang lain, benar-benar mempercayai kita dari luar dan dalam.

1 atau 2 orang yang dekat dengan kita, mereka tau akan watak, karakter kita, dan hal-hal pribadi yang kita lakukan bisa berupa perkejaan atau yang lainnya.

Dari mereka kita bisa membangun pembelaan diri dari apa-apa saja yang difitnah terhadap diri kita, berikan bukti yang kuat dari apa yang fitnah dan kemudian biarkan masyarakat sekitar yang menilai bagaimana kita dan orang itu sebenarnya.

Walaupun kita manusia seperti mereka pemfitnah juga, kita tidak harus ikut seperti itu kan. Bukankah sudha sewajarnya, kita sebagai manusia harus saling mengasihi, bertoleransi, tolong-menolong, melakukan kebaikan antar sesama. Bukannya merugikan dan mempersulit kehidupan orang lain, apa lagi dengan memfitnah.

BACA JUGA : KENAPA BISA BANYAK SEKALI HUJATAN-HUJATAN DI MEDSOS

Hal ini sebagai pengingat buat diri kita sebagai manusia yang baik. Berhati-hatilah dengan orang lain maupun dari teman atau tetangga, jika ada seseorang memfitnah kita suruh sertakan bukti yang konkrit dari apa yang mereka katakan. Dan jangan terlalu dekat dengan sumber dimana sering terjadi fitnah-fitnah.

" Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, Karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak percaya itu. "

- Ali bin Abi Thalib -

Posting Komentar untuk "Bahaya!! Se berbahaya apakah FITNAH MANUSIA ?"