Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bahaya !! Bertanya Tentang Hal-Hal Sensitif Ketika Ngobrol

Halo, Para Penduduk. Banyak dari kita yang sering ceplas-ceplos saja ketika sedang mengobrol dengan orang lain, terutama dengan teman-teman kita. Kita yang asal-asalan cakap tanpa tahu bahwa apa yang kita ucapkan merupakan hal-hal yang bersifat sensitif bagi mereka.

BACA JUGA : BAGAIMANA CARA MENGATASI BINGUNG BERTANYA KETIKA KENALAN

Sebenarnya apapun yang kita katakan kepada orang lain bisa itu sensitif atau tidak, itu tergantung bagaimana mereka merespon kita. Karena terkadang bisa saja menurut kita sendiri hal-hal yang sebenarnya kita tanyakan adalah hal yang lumrah buat orang lain tetapi tidak diterima oleh lawan bicara kita yang ternyata bersifat sensitif dan kemudian menjadi baper.

    Maka dari itu, kita memang harus benar-benar memperhatikan topik obrolan dan harus tau bagaimana karakter orang yang sedang kita ajak ngobrol, apalagi ketika baru pertama kali ngobrol dengan orang baru :

1. Privasi

    Manusia memiliki sebuah lingkup privasinya masing-masing dalam hidupnya, bisa dari hubungan keluarga, pacar, atau teman, bisa juga pekerjaan, segala macam kebutuhan, dan tentu saja masalah yang sedang di hadapi.

Urusan pribadi orang lain atau privasi orang tersebut bisa diingatkan dalam diri kita agar tidak mengusik hal itu, kita usahakan jangan membahas hal-hal ini bila mereka sendiri tidak meminta bantuan dari kita, bisa saran maupun teman curhat. Pastikan mereka yang memulai.

2. Kebutuhan

    Pastinya bidang ekonomi, siapa sih yang tidak merasakan kalau ini bersifat sensitif apalagi saat seseorang tersebut sedang dalam kondisi keuangan yang tidak baik, karena kita sendiri paham bagaimana sistem keuangan setiap orang, ada yang melimpah dan ada yang melarat.

Finansial setiap orang pasti berbeda-beda, dan lagian apa gunanya juga jika kita bertanya tentang finansial seseorang apalagi ngobrol dengan orang baru, bahkan dalam kerabat atau teman dekat juga hal ini masih terasa sensitif untuk di tanyakan. Balik lagi, Pastikan mereka yang memulai topik ini, dan dengarkan baik-baik bagaimana.

3. Orang lain atau Ghibah

    Pastilah pada sudah tau apa itu arti Ghibah, membicarakan orang lain. Persoalan, kegiatan, keuangan, gaya hidup, sifat, dan model pribadi seseorang bukan lah urusan mu untuk membicarakan hal itu, biarkan saja mereka melakukan hal yang mereka ingin lakukan dan bagaimana kondisi mereka.

Banyak hal yang bisa di bicarakan dan di tindak lanjutin daripada hanya membicarakan orang lain tentang keadaannya seperti apa, sebagai contoh, tetangga yang di ujung sana lagi kesusahan ekonomi akibat di landa Pandemi Covid-19, sehingga suaminya di PHK dari pekerjaan. Lantas apa yang harus kita lakukan?

BACA JUGA : TIPS BAGAIMANA CARA MENGATASI BUNTU TOPIK OBROLAN

Membicarakan tentang mereka kepada orang lain karena hidup mereka kesusahan dan menyalahkan suaminya yang di PHK tetapi tidak berusaha mencari kerja, atau membantu dan berusaha berbicara dengan mereka tentang apa yang terjadi dan mendengar bagaimana planning mereka kedepannya setelah di PHK?.

    Seluruh dunia kesusahan dengan adanya pandemi Covid-19, seharusnya kita juga bisa merasakan hal yang sama bagaimana susahnya akibat hal ini. Bukan menjadi bahan gosipan, saling membantu adalah hal yang lebih penting. Berbicara tentang pandemi tidak akan ada habisnya bila kita masih keras kepala dan tidak mengikuti aturan protokol kesehatan.

    Sebenarnya, masih banyak topik-topik sensitif yang dapat kita bahas, contoh: kerabat yang sudah meninggal, ada trauma atau gangguan psikologis pada seseorang, politik, berat badan atau body shamming, dan lainnya. Banyak sekali hal-hal yang kita tanyakan menjadi sensitif buat orang lain.

BACA JUGA : BEBERAPA TIPE ORANG YANG BIKIN MALESIN DI AJAK NGOBROL

    Kembali lagi, sebenarnya yang jadi permasalahannya adalah di diri kita juga, pastikan mereka yang memulai topik tersebut atau kita menggunakan nada dan susunan kata yang sifatnya tidak menyakiti perasaan orang lain, sebagai contoh sebelum bertanya kita lebih dulu "Minta Maaf" karena topiknya sensitif.

" Jangan Terlalu diambil Hati dengan Ucapan Seseorang, Kadang Manusia punya Mulut tapi belum tentu Punya Otak "

- Albert Einsten -

Posting Komentar untuk "Bahaya !! Bertanya Tentang Hal-Hal Sensitif Ketika Ngobrol"