Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Schadenfreude, Orang yang bahagia ketika orang lain kesulitan

Halo, Para Penduduk. Schadenfreude merupakan perasaan bahagia ketika melihat orang lain menderita. Perasaan tersebut pasti pernah kita tunjukkan kepada teman atau orang-orang sekitar kita. Sebagai contoh, saat terjatuh atau terpleset, atau kita juara kelas dan teman yang lain tidak, atau teman bermain terkena sial kotoran.

BACA JUGA : SIAPA ITU MASYARAKAT MISOSOPHIA

Dalam bahasa gaul nya adalah " Senang saat lihat orang susah, malah susah lihat orang senang ". Schadenfreude Berasal dari bahasa jerman yang berarti, Schaden " Kerusakan " dan Freude yang berarti " Kegembiraan ".

    Perasaan bahagia, senang, gembira, atau puas yang muncul ketika melihat atau mendengar kabar seseorang yang sedang mengalami kesulitan, kegagalan, ataupun penderitaan. Fenomena psikologi ini kerap kali kita temui di masyarakat kita, terutama pada pergaulan, walaupun menurut kebanyakan orang hanyalah sebuah candaan.

Definisi kenikmatan yang di dapat dari masalah orang lain terkadang bisa saja mendorong seseorang yang mempunyai Schadenfreude menciptakan sendiri penderitaan untuk orang lain hanya demi kepuasan hatinya semata. Sebagai contoh ketika kita bermain ayunan dan sengaja mendorong dengan kencang sehingga ia terjatuh hanya untuk menghibur diri.

BACA JUGA : MACAM-MACAM KEPRIBADIAN MANUSIA MENURUT AHLI PSIKOLOGI PART 3

    Yang patut di pertanyakan adalah bukankah itu terkesan seperti Psikopat ya, apakah Schadenfreude itu gangguan jiwa?.

    Jawabannya tidak, Schadenfraude merupakan emosi normal dan murni yang dimiliki oleh setiap manusia, pasti ada kok kita terkadang tertawa atau puas ketika teman atau orang yang kita benci menderita.

    Menurut Journal Social dan Personality Psychology Compass pada tahun 2009, menyatakan penelitian mereka mengungkapkan bahwa setidaknya ada 3 kondisi sebab akibat yang biasanya muncul dan mendorong terjadinya schadenfreude.

1. Keuntungan Pribadi

    Schadenfreude dapat muncul dalam hal apapun, terutama dalam kehidupan kita. kita pasti mempunyai yang namanya saingan pada tempat atau situasi tertentu, seperti sekolah perebutan juara kelas, Perlombaan, persaingan di tempat kerja, atau persaingan dalam dunia bisnis juga.

Kegagalan yang mereka dapatkan secara alami akan menciptakan suasana hati kita menjadi senang karena lewat kegagalan mereka kita mendapatkan keuntungan.

2. Menimpa Orang yang Layak

    Bisa dibilang orang yang kita benci atau seseorang yang sudah berbuat buruk di kehidupannya malah terkena timbal balik dari perbuatan yang pernah dilakukannya, atau dapat di definisikan dengan kata karma bagi mereka.

3. Dengki atau Iri Hati

    Rasa iri atau dengki di hati terkadang muncul ketika kita mulai kagum akan kelebihan yang dimiliki oleh orang lain, tapi tak menutup kemungkinan bahwa rasa iri tersebut bisa menjadikan seseorang merasa puas atau senang ketika orang tersebut tertimpa kesusahan.

    Schadenfreude adalah gejala normal, jadi wajar saja kalau kita atau orang lain mengalami hal yang sama. Namun yang harus kita tanamkan ialah kita atau orang lain itu jahat hanya karena sempat-sempatnya bisa senang diatas pendertiaan orang lain, tapi dalam konteks wajar ya senangnya bukan terbahak-bahak atau sampai menyumpah. Mampus segala macam.

    Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik?, kalau memang dirinya mau di jotos ya silahkan. karena emosi ini adalah emosi yang wajar, emosi ini juga bisa berubah menjadi kebiasaan jika kita terus-menerus memeliharanya dalam jangka waktu yang lama. Seperti yang kita bilang tadi, dapat timbulnya gejala psikopat dalam diri seseorang.

    Yang ditakutkan nanti kita malah akan terbiasa melakukan segala cara untuk memuaskan diri sendiri dengan mencelakai orang lain.

BACA JUGA : KARAKTER MANUSIA BISA DI TUNJUKKAN DARI HAL-HAL KECIL

Para Psikolog mengatakan, Jika seseorang mempunyai EQ yang besar atau semakin berempatinya seseorang terhadap sekitarnya, maka akan semakin kecil kemungkinan seseorang mengalami gejala schadenfreude. Bagaimana dengan kita?

" Penderitaanku mungkin menjadi alasan orang lain tertawa, Tapi Tertawaku bukanlah karena penderitaan orang lain. "

- Charlie Chaplin -

Posting Komentar untuk "Schadenfreude, Orang yang bahagia ketika orang lain kesulitan"