Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tindakan dan masalah dari siapa itu masyarakat Misosophia ?

Halo, Para Penduduk. Apa itu Misosophia?, misoshopia merupakan kebalikan dari philosopia, philo yang berarti sahabat atau kekasih, dan sedangkan sopia merupakan kebijaksanaan, pengetahuan, kearifan. Dan bila digabung philoshopia memiliki makna cinta pengetahuan atau dekat dengan pengetahuan dan sebagainya.

Jadi, Misoshopia yang kebalikan dari Philosopia yaitu :

Kebencian akan pengetahuan dan sebagainya. Landasan dari para masyarakat dalam membentuk dirinya untuk menanggapi sebuah kenyataan sangat amat sulit. dari situasi suasana sekitar kita saat ini, kita bisa dengan mudah nya menerima sebuah informasi mengenai apapun.

BACA JUGA : SHADENFREUDE, ORANG YANG BAHAGIA KETIKA ORANG LAIN KESULITAN

    Dengan didorong oleh ilmu pengetahuan dan pengalaman mungkin juga bisa kita barengin dengan kesadaran, kita mulai menyaring segala informasi yang masuk pada diri kita. Setiap orang mempunyai definisi atas apa yang mereka pikirkan tentang informasi yang telah mereka saring dan bagian mana yang harus di utarakan dan mana yang tidak.

Mungkin juga ada yang justru bisa dikembangkan informasinya, bisa mulai dari cara menuliskannya, membagikan informasi atau pengetahuan tersebut ke seluruh dunia melalui media sosial. Tapi kalau kita lihat dari konteks sebagai penerima atau mungkin penerbit dari informasi atau pengetahuan yang kita share.

Tentu, ada yang merasa dirinya sudah atau mungkin merasa sedikit cukup dengan informasi tersebut, yang kemudian menghasilkan tindakan atau suatu cara bagaimana kita menghadapi atau menanggapi informasi dan situasi.

    Yang menarik adalah, bagaimana kita mendefinisikan informasi tersebut. tentu saja definisi kita dengan orang lain berbeda-beda. Yang menjadi masalah ialah, kenapa banyaknya informasi yang berguna ataupun hoax bisa menimbulkan kekacauan yang masih amat sering terjadi, kekacauan yang dimana seseorang menunjukkan siapa yang menjadi terbaik.

BACA JUGA : MACAM-MACAM KEPRIBADIAN MANUSIA MENURUT AHLI PSIKOLOGI PART 3

Bagaimana bisa?

    Seorang manusia yang merasa dirinya tau harus kemana dan merasa cukup dengan segala informasi atau ilmu pengetahuan, pengalaman, serta kesadaran yang dimilikinya sangat sulit untuk dibentuk menjadi pola pikir satu kesatuan bersama. Kenapa?

Karena pikiran berbeda tanpa bisa menerima pikiran orang lain seperti apa memang sulit, dikarenakan merasa sudah cukup dari ke 3 hal itu, mereka seakan bisa menentukan dan mencerna dunia seperti apa melalui dirinya sendiri mengenai kenyataan dan bagaimana diri mereka menanggapi hal tersebut sesuai defenisi mereka.

Kembali lagi seperti yang sudah kita ketahui, jika setiap orang sudah memiliki cakupan ke 3 hal itu pasti hasil dari diri kita dengan orang lain berbeda?

    Lantas bagaimana jika kita melihat dunia secara berbeda ?, dalam artian kita masih menerima definisi orang lain dan menantang definisi yang buruk di kita sendiri.

    Jika kita tahu hal ini, mungkin dunia akan sedikit menarik buat kita, karena jika kita membentuk dan mengelola ke 3 hal tadi dengan baik dan paham akan hal tersebut bahwa setiap orang mempunyai apa yang dinamakan dunianya masing-masing jadi kita bisa menghargai defenisi mereka dan menerima mereka.

Selalu yang sering menjadi masalah di dunia ini adalah perbedaan pendapat yang menganggap bahwa apa yang diutarakan merupakan yang paling benar, terutama saat berdebat saling mendahului agar menjadi yang terbaik. Tentu hal itu menjadi alasan yang masuk akal bila tidak ada salah satu yang ingin menerima dengan pikiran yang terbuka.

BACA JUGA : KARAKTER MANUSIA BISA DI TUNJUKKAN DARI HAL-HAL KECIL

Kesimpulan:

    Bagaimana jika pikiran kita terbuka menerima definisi atau pikiran orang-orang tentang dunia yang berbeda-beda kemudian kita cerna untuk memilih jalan seperti apa yang terbaik?.

Bayangkan jika 100 atau miliaran juta orang menerapkan hal ini, yang dimana kita lihat kita di hujani dengan begitu banyak informasi setiap harinya, situasi atau kondisi yang tentu terus kita alami dalam kehidupan sehari-hari sebagai mana ada mupun tidak adanya bekal atau pembentukan fondasi diri yang cukup untuk mengelola dan cara menghadapi berbagai hal.

    Apa yang terjadi?, Mungkin kita akan tahu kemana masa depan nantinya.

" We Blame Society, But We are Society "

- Wilmer Alberto -

Posting Komentar untuk "Tindakan dan masalah dari siapa itu masyarakat Misosophia ?"