Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kena mental anak!! 6 ciri - ciri perilaku Toxic Parent

Halo, Para Penduduk. Parenting dalam kehidupan anak, seperti yang kita semua ketahui dalam mengasuh anak bahwa ada orang tua yang memberikan pengasuhan yang baik dan yang buruk, kita tidak akan membahas tentang parenting yang baik disini, karena pastinya bahwa anak tersebut tumbuh besar dengan masa depan dan mental yang terbilang sehat dan juga baik.

BACA JUGA : ADAKAH CARA YANG MUDAH BAGAIMANA MENJAGA KESEHATAN MENTAL?

    Kita akan membahas Toxic Parenting ( Pola asuh yang Keterlaluan ) bisa dibilang berlebihan. beberapa belakangan hari banyak anak yang terjebak dalam sistem hak asuh seperti ini, ya, dapat dipungkiri juga bahwa orang tua tidak ingin anaknya menjadi tertinggal dalam segala hal. karena hal inilah, para orang tua menjadi terlalu over atau berlebihan dalam mengasuh mereka.

Sebagai contoh: Orang tua tidak menghormati pencapaian dari si anak, tidak memuji hal yang dilakukan si anak, membandingkan anaknya dengan anak tetangga apalagi anak tetangga yang PNS, dan lain-lainnya. sebenarnya masih banyak lagi contoh dari toxic parenting ini.

    maka, sebelum kita bahas lebih jauh lagi tentang toxic parenting ini, alangkah baiknya kita perlahan - lahan untuk membahas dulu ciri - ciri si Toxic Parent ini.

1. Menuntut

    Mengontrol segala hal keinginan si anak dengan memberikan ekspetasi yang sangat tinggi kepada anak mereka yang seringkali menyebabkan beban ke mental mereka. Tanpa pedulinya mereka tentang kemampuan serta kesiapan dari anak mereka.

Lebih menjengkelkan lagi ialah, terkadang ada loh orang tua yang hanya untuk memenuhi kebutuhannya demi dipandang oleh orang lain sebagai orangtua yang berhasil.

2. Membandingkan

    Di keluarga manapun negara manapun hal ini pasti ada, apa lagi di Indonesia. hal ini sudah termasuk makanan sehari-hari dari orang tua dikala saat masih anak pelajar. Kita sendiri yang merasakan ketika dibandingkan oleh orang lain, tidak tau pastinya maksud dari orang tua itu apa membandingkan seperti itu.

Apakah antara kecewa atau ingin menyemangati, tidak ada kata penyemangat dari kata membandingkan bagi anak percaya diri yang rendah melainkan hanya memperburuk keadaan yang membuat nya stress dan putus asa.

3. Egois

    Anak yang egois saat mencari pengetahuan dengan sendirinya itu baik, tetapi orang tua yang egois dalam parenting demi masa depan anak itu yang tidak baik. itu menuntut, tidak mempercayai, mengekang, menutup harapan dan cita-cita mereka. mudah sekali mengetahui toxic parenting seperti ini, anak tidak boleh memilih mau apa, hanya mereka yang memutuskan.

4. Terlalu Kritis

    " Ayo coba lagi, harus sampai bisa." sudah bisa " Ayo, lakukan yang ini, ini, ini, dan ini." sampai seterusnya,tak pernah ada kata cukup bagi sistem parenting seperti ini. mereka hanya fokus dengan kekurangan dan mencari-cari kesalahan pada anak mereka. pencapaian anak tidak di puji, tidak dihargai, merendahkan orang lain untuk menyemangati anak mereka.

5. Kekerasan Fisik maupun Verbal

    Mereka cenderung menuntut, drama dengan masalah kecil seperti nilai dan segala macamnya yang membuat mereka berpikir bahwa dengan melakukan hal ini akan membuat si anak optimis dan semangat. Lucu sekali, hal ini justru sangat tidak efektif melainkan hanya membuat anak stress dan mentalnya tertekan yang menyebabkan trauma negatif bagi perkembangan anak.

6. Harus Terbuka

    Maksudnya, Orang tua ini cenderung ingin mencampuri segala urusan dikehidupan si anak, dari urusan sekolah, hidupnya, pertemanan, bahkan pacar. alih - alih ingin anak terhindar dari bahaya, malah si anak ingin menghindar dari kegiatan orang tua yang terlalu over mencampuri urusan anaknya.

Bayangkan saja kalau kita hidup dengan dunia terkekang seperti ini dari kecil hingga usia remaja nanti. yang pada dasarnya kita yang di usia remaja pastinya membutuhkan yang namanya ruang pribadi ( Privasi ). beberapa orang tua bahkan sanggup menyadap ponsel, menaruh pelacak ponsel, membaca chat personal, dan memberikan nasihat berlebihan "demi kebaikan anak ". 

BACA JUGA : APA HUBUNGAN ANTARA DEPRESI DENGAN IBADAH, APA PENGARUHNYA?

    Meskipun yang dilakukan oleh orang tua kita semata - mata dengan cintak dan kasih sayang, tetapi dengan pola asuh Toxic seperti ini sangat tidak lazim dilakukan. Anak juga ada kehidupan, mereka ingin melakukan yang mereka ingin lakukan.

Dengan toxic parenting di atas anak akan terluka secara mental dan emosional, sehingga bisa berdampak buruk yang berkepanjangan bagi anak.

Note :

Parenting yang berlebihan yaa, bukan sekedar ketika kamu dimarahin gara-gara bolos, gak mau beresin rumah, dan hal kecil lainnya, apalagi karena kesalahan kamu sendiri, kamu katakan keluarga kamu toxic dan segala mecam. Ingat KAMU PUNYA OTAK GUNAKAN DENGAN BAIK DAN BIJAK, KALO DIBILANG BODOH GAK MAU, YA PIKIR-PIKIR DULU SALAHNYA DIMANA.


" Selama yang kami lakukan baik, Puji dan Biarkanlah kami, Bila yang kami lakukan salah, tegur dengan baik dan lakukan secara konsisten. kami hanya mau ini dalam parenting kami "

- ANAK MU -

Posting Komentar untuk "Kena mental anak!! 6 ciri - ciri perilaku Toxic Parent"