Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa hubungan antara depresi dengan ibadah, apakah ada pengaruh ?

Halo, Penduduk yang terhormat. Adakah pengaruh antara ibadah dengan depresi?, saya pribadi menjawab "iya ada". walaupun ada juga beberapa orang beranggapan hal ini masih tidak terlalu valid, karena kurang beribadah atau kurang berdoa pun bisa saja tidak terpengaruh kepada orang yang terkena depresi dan tidak.

BACA JUGA : KARAKTER MANUSIA BISA DI TUNJUKKAN DARI HAL-HAL KECIL

Karena faktor untuk terkena depresi berbeda-beda pada setiap orang, dari kerja, faktor rumah, lingkungan, dan lain-lain. Dari banyaknya faktor yang menyebabkan depresi, bukan berarti kurang nya ibadah atau jauh dari cahaya Tuhan bisa menjadi penyebab depresi. Karena sesungguhnya beberapa faktor penyebab depresi bisa saling berhubungan.

Apakah orang yang sedih setiap waktu selalu identik dengan depresi ?

Ada perbedaan antara sedih normal dan sedih kategori depresi.

1. Sedih Normal : biasanya perasaan yang muncul karena reaksi saat kita mengalami saat masa-masa sulit. putus cinta salah satunya, ketika kita sudah move on, kemudian sudah berlalu, biasanya rasa sedih pun perlahan akan berkurang hingga menghilang.

2. Sedih Depresi : Kesedihan yang belangsung secara berkepanjangan, berlarut-larut terus menerus, tanpa ada penyebab atau faktor pemicu yang jelas, diikutin dengan berbagai pola pikir serta perubahan pola aktivitas.

    Sangat mengejutkan, karena banyak sekali masyarakat, apalagi anak muda yang merasa dan bahkan mendiagnosis dirinya sendiri mengalami gangguan mental, termasuk depresi ini.

Lantas apa pengaruhnya ibadah dengan depresi ?. Ibadah dilakukan untuk menjaga dan memulihkan kondisi kesehatan jiwa atau spritual kita tetap netral, beribadah pun mengajarkan agar kita lebih bersyukur dan ikhlas yang bisa jadi pemicu berpotensi menimbulkan gejala depresi.

BACA JUGA : SIAPA ITU MASYARAKAT MISOSOPHIA

Terkait dengan spiritualitas, beribadah atau berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing sangat patut untuk dilakukan.

Jika kita sudah menyadari ada beberapa gejala berikut :

  • Gangguan tidur
  • Perubahan nafsu makan
  • Kecemasan
  • Susah berkonsentrasi
  • Kehilangan energi
  • Putus asa
  • Hilangnya kemampuan membuat keputusan
  • Ingin menyakiti diri sendiri

    Ketika gejala depresi mulai mempengaruhi aktivitas kita secara negatif dan kronis atau membahayakan diri kita sendiri, lebih baik kita menganjurkan untuk melakukan konslutasi kepada Psikolog Profesional.

Dalam kondisi ringan, kita bisa berkonsultasi kepada orang terdekat kita, mulai dari keluarga, orang terdekat seperti teman atau sahabat. Yang paling penting untuk dilakukan buat orang yang mengidap penyakit depresi ini adalah kehadiran kita untuk dirinya. 

BACA JUGA : ADAKAH CARA YANG MUDAH BAGAIMANA MENJAGA KESEHATAN MENTAL?

    Yang patut diperhatikan ialah kita tidak mendiagnosis diri kita sendiri mengidap gejala depresi, karena proses self-diagnose yang salah bisa berdampak dengan penanganan yang salah pula.

"Kesedihan dan luka kita hanya akan disembuhkan jika kita menyentuhnya dengan belas kasih"

- Buddha -

Posting Komentar untuk "Apa hubungan antara depresi dengan ibadah, apakah ada pengaruh ?"